Manfaat Televisi Dalam Bidang Pendidikan Yang Tidak Banyak Orang Tahu

Cara Sehat Nonton Televisi, Ini Tekniknya!
June 11, 2017
Perihal Analog Digital Switch Off dalam Konteks RUU Penyiaran 2017
July 2, 2017

Tv sekarang ini adalah mass media yang “terpopuler” di kelompok orang-orang dunia terlebih orang-orang Indonesia. Nyaris 90 % masyarakat di negara-negara berkembang mengetahui serta memakai tv jadi fasilitas hiburan, info, edukasi serta lain sebagainya. Tv tidak membatasi diri cuma untuk mengkonsumsi kelompok spesifik saja tetapi sudah mencapai customer dari semuanya kelompok orang-orang tidak kecuali remaja serta anak-anak. Satu survey yang dikerjakan pada anak-anak di Amerika Serikat temukan kalau 1/2 dari anak-anak itu mempunyai tv sendiri di kamar mereka. Ini menyebabkan beberapa besar hari mereka di habiskan di kamar dengan melihat acara tv. Program tv yang semakin bervariatif mengakibatkan mereka melupakan keperluan bakal pendidikan mereka. Tv seolah magnet untuk tiap-tiap orang untuk menontonnya. Orang bakal dapat melupakan kegiatannya untuk melihat satu siaran tv favoritnya. Berikut ini satu diantara efek jelek dari demikian efek jelek tv untuk orang-orang kita.

Tv jadi mass media yang notabenenya jadi piranti sosial yang punya pengaruh besar pada kesehatan sosial orang-orang. Kehidupan sosial orang-orang yang awal mulanya tradisional beralih cepat jadi modern karena modernisasi yang dibawa oleh tv. Tidak minimnya.kurang tersedianya dunia komunikasi massa lewat mass media seperti tv mengantarkan orang-orang pada arus pergantian peradaban yang cepat. Tv sekarang ini seolah jadi guru elektronik yang mengatur serta mengarahkan dan membuat budaya massa baru. Siaran program tv seperti reality show, infotainment, sinetron, film bahkan juga iklan meskipun ikut serta mengatur serta merubah life model di orang-orang. Info yang didapatkan tv seperti program berita mengenai politik, budaya, ekonomi ataupun sosial orang-orang dari satu negara seperti cuma hiburan serta permainan umum belaka. Fakta di dalamnya sudah dirubah dengan “sesuatu” yang maya. Tetapi tidak sedikit juga pemerhati acara tv yang “sehat” temukan efek positif dari siaran tv. Tv dapat juga jadikan jadi fasilitas edukasi serta info. Kita dapat tahu berita dari belahan bumi manapun dengan cepat lewat tv. Tetapi sebenarnya semuanya cuma kebutuhan politik serta “matreisme” dari kelompok spesifik belaka. Tv tetaplah jadi satu fakta yang semu untuk kita semuanya. Semuanya menunjukkan bila media tv telah makin “parah” memengaruhi kerja otak orang-orang.

Tv adalahMedia Massa

Tv atau yang seringkali dimaksud TV adalah satu diantara mass media yang begitu punya pengaruh pada orang-orang. Menurut kamus besar bhs Indonesia, tv yaitu satu alat penangkap tayangan bergambar. Tv datang dari kata tele (jauh) serta vision (terlihat), jadi tv bermakna terlihat atau bisa diliat dari jauh. Dalam Oxford Learner’s Dictionary mengatakan, Television is sistem of sending and receiving pictures and sounds over a distance by radio waves (tv yaitu system pengiriman serta penerimaan visual serta audio dalam satu jarak spesifik lewat gelombang radio). Dengan simpel kita bisa mendeskripsikan tv jadi mass media yang menghadirkan tayangan berbentuk gambar serta nada dari jarak jauh.

Jadi mass media, tv adalah fasilitas komunikasi massa. Komunikasi massa sendiri memiliki pengertian simpel seperti yang dikemukakan Bittner (1980 : 10) “Mass communication is message communicated trough a mass medium to a large of people” (komunikasi massa yaitu pesan yang dikomunikasikan lewat mass media pada beberapa besar orang). Ini bermakna pada tv serta komunikasi massa yang menyangkut khalayak banyak begitu terkait keduanya.

Dengan segera ataupun tidak segera tv tentu memberi dampak besar pada pergantian kehidupan orang-orang. Massa dalam soal ini yaitu orang-orang adalah pihak yang bertindak jadi komunikan sedang beberapa insan pertelevisian bertindak jadi komunikator yang memberi pesan berbentuk info, hiburan, edukasi ataupun pesan-pesan yang lain. Pesan yang di sampaikan lewat tv bakal hingga ke khalayak dengan cepat namun tidak sekian dengan umpan balik atau feedback dari orang-orang bakal hingga ke tv dengan tidak selekasnya. Sistem penghantaran pesan pada konunikator serta komunikan berikut ini yang kita sebut jadi arus info. Supaya pesan dapat di terima baik oleh komunikan dalam masalah ini yakni orang-orang, jadi dibutuhkan pengendalian arus info. Selama ini yang kita tangkap dari komuikasi massa tv, tv lebih menguasai dalam kondisi komunikasinya. Tv condong persuasif dengan semua program siaran yang semakin bervariatif. Ini tidaklah heran karna tv menggerakkan perannya jadi komunikator. Tetapi tidak tutup peluang kalau feedback orang-orang jadi komunikan penting juga untuk perubahan info serta pemaketan program tv tersebut. Ini dapat dibuktikan dengan ramainya saluran interaktif dalam acara-acara tv seperti talk show maupun program kuis. Ini mengisyaratkan pada tv serta orang-orang ada satu benang merah dimana antar-keduanya. Dalam psikologi komunikasi, hal itu adalah dampak psikologi pada momen komunikasi massa. Menurut Cassata serta Asate (1979 : 12), apabila arus komunikasi cuma dikendalikan oleh komunikator, kondisi bakal mendukung persuasi yang efisien. Demikian sebaliknya apabila khalayak bisa mengatur arus info, kondisi komunikasi bakal mendorong belajar yang efisien.

Kembali ke masalah tv jadi mass media, tv pastinya memiliki bermacam trick untuk memengaruhi orang-orang termasuk juga lewat cara merekayasa fakta serta berikut ini yang meneror kesehatan sosial dalam orang-orang. Pakar media asal Perancis, Jean Baudrillard, mengungkap kalau mass media terlebih tv adalah piranti untuk mengacaukan inti serta fakta bermacam masalah. Setelah itu ia mengungkap, apa yang kita anggap jadi kenyataan, sejatinya yaitu pandangan media pada gosip itu. Kenyataan yang terwujud dalam audio serta visual tv adalah lambang kenyataan serta sudah menukar kenyataan tersebut. Baudrillard juga menyampaikan batasan pada kenyataan serta hiburan yang tervisualisasi di tv sudah kabur. Berarti, fakta yang sesungguhnya berlangsung di lapangan, dalam tv cuma ternilai jadi hiburan semata. Jadi contoh. kehidupan politik yang termasuk vital untuk satu Negara, beralih jadi lelucon menarik di tv. Ini dapat dimaklumi jadi trick media tv untuk memengaruhi orang-orang supaya senantiasa up-date tentang perubahan politik Negara, namun di lain pihak, pemangakasan fakta yang sesungguhnya sudah membodohkan orang-orang tersebut. Orang-orang mungkin berkomentar sesuai sama apa yang disiarkan di tv, namun mereka mungkin salah berkomentar karna hal sesungguhnya sudah terkontaminasi dengan kebutuhan money oriented yang memiliki acara. Berikut ini yang buat orang-orang sudah “dibodohi”.

Mass media sejatinya adalah fasilitas yang efisien untuk menebarkan info pada khalayak banyak, terlebih tv. Tv sekarang ini telah jadi tuhan ke-2 untuk beberapa besar orang-orang yang mengonsumsinya. Semakin tertarik mereka pada siaran tv, semakin menggila juga tv dalam menyiarkan program-program unggulannya. Bahkan juga yang memiliki acara ikhlas tidak pedulikan kode etik penyiaran untuk memperoleh keuntungan rupiah semata. UU no. 32 th. 2002 mengenai penyiaran serta Dasar Perilaku Penyiaran serta Standard Program Tayangan dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) yang disebut turunan dari UU itu tak akan jadi landasan basic dalam pembuatan program tv. Bahkan juga ATVSI sebagai instansi yang menaungi pertelevisian di Indonesi sudah membangun instansi tandingan KPI yakni KPPPT (Komisi Penegakkan Dasar Tingkah laku Tv) untuk turut dan menertibkan siaran tv. Tetapi fakta di lapangan bicara lain. Orang-orang jadi customer acara tv tetaplah memperoleh suguhan yg tidak harusnya dari program tv. Hal semacam ini dapat dimaklumi karna sangsi hukum atas pelanggaran kode etik itu diatas tidak tegas bahkan juga cuma dikira jadi orang-orangan sawah semata.

Dampak Tv pada Kesehatan Sosial Orang-orang Indonesia
Tv jadi mass media dalam komunikasi massa tidak lepas dari efek yang berlangsung di orang-orang. Pengaruh-pengaruh tv dapat bermakna jadi dampak komunikasi massa. Donald K. Robert (Schramm serta Roberts : 1977) menyebutkan kalau dampak ini hanya pergantian tingkah laku orang-orang sesudah merekam pesan mass media. Bermakna fokusnya pada pesan yang dibawa media. Lain perihal dengan McLuhan yang memiliki pendapat kalau dampak yang muncul yaitu medianya tersebut. “The medium is the message”. Mass media sendiri yaitu pesan jadi yang memengaruhi kita tidaklah pesan yang di sampaikan media tetapi medianya tersebut. Namun masih tetap saja kalau hadirnya mass media baik itu fisisnya ataupun berisi membawa dampak atau dampak untuk orang-orang. Beberapa efek itu dijelaskan oleh Steven H. Chaffee dalam lima poin yakni dampak ekonomis, dampak sosial, dampak pada penjadwalan aktivitas, dampak pada penyaluran/penghapusan perasaan spesifik serta dampak perasaan orang pada media. Berdasar pada teori uses and gratification, ketidaksamaan motif dalam mengkonsumsi mass media juga mengakibatkan kita bereaksi pada mass media dengan berlainan juga. Teori ini paling tidak menerangkan kalau orang-orang umumnya memakai mass media jadi pemuas keperluan. Karna sifatnya cuma penuhi hasrat nafsu tanpa ada dibarengi pemikiran yang mendalam, bebrapa dampak mediapun gampang masuk kedalam fikiran orang-orang.

Seperti yang penulis ungkapkan pada terlebih dulu, tv baik apabila berperan jadi media komunikasi, info, budaya serta pendidikan. Tetapi tv jadi suatu hal yang kontroversial saat dihadapkan pada kebutuhan usaha yang punya pengaruh jelek untuk orang-orang. Acara atau program yang disiarkan tv miliki dampak baik serta tidak baik untuk pirsawan. Beragam persepsi serta perspektif bakal nampak pada diri orang-orang sesudah melihat satu acara tv. Banyak penelitian yang dikerjakan di banyak negara temukan dampak jelek tv pada kesehatan sosial orang-orang. Indonesia jadi negara yang berkembang, memiliki arus komunikasi yang seolah tidak terbatas keluar masuk ke serta dari orang-orang. Dampak negara-negara maju seperti Eropa serta Amerika juga ikut serta di dalamnya. Info serta komunikasi itu hingga ke orang-orang lewat tv. Siaran tv juga makin berani dengan ada 24 jam non stop. Bisa di pastikan apa yang sudah dibawa oleh pesan tv baik yang positif ataupun negatif terserap lebih dari setengahnya oleh orang-orang kita.

1. Dampak positif tv untuk orang-orang

Kembali pada peranan paling utama tv yakni jadi media komunikasi serta info. Tv sejatinya ada untuk menghibur, mendidik, serta mengarahkan pirsawan ke arah yang baik. Sebagian bagian positif tv yaitu seperti berikut :

a. Tv jadi penghibur pemirsa

Sejatinya, tv adalah satu diantara mass media yang berperan jadi penghibur. Dalam diri manusia ada ID, ego serta super ego yang mendorong manusia untuk penuhi kebutuhannya termasuk juga keperluan bakal hiburan. Hadirnya program-program tv yang menghibur begitu dibutuhkan untuk melepas stress sesaat sesudah sepanjang hari bekerja atau belajar. Paling tidak hiburan itu bisa me-refresh otak dari bebrapa persoalan yang berlangsung dalam satu hari. Untuk orang-orang Indonesia sendiri arti kebersamaan begitu utama. Karenanya ada tv, kebersamaan itu dapat diwujudkan dengan melihat program hiburan tv yang ‘sehat’ dengan berbarengan. Mereka dapat tertawa berbarengan, bercanda berbarengan memberi komentar apa yang ada pada siaran serta ini begitu baik untuk kesehatan sosial orang-orang Indonesia. Program tv seperti acara komedi, sinetron serta film yang menghibur begitu ditunggu orang-orang kita.

b. Tv jadi media info, pengetahuan serta pendidikan
Perilaku manusia di pengaruhi oleh sebagian aspek, salah nya ialah aspek sosiogenesis. Rasa menginginkan tahu adalah satu diantara motif sosiogenesis yang ada pada diri manusia serta memengaruhi perilaku mereka. Tv jadi mass media juga mempunyai peranan jadi media penyampai info. Program tv seperti news, infotainment, bahkan juga talk show dapat memberi info yang seumpamanya dibutuhkan oleh pirsawan tv. Indonesia jadi Negara yang tengah berkembang, info dari beragam belahan dunia begitu diperlukan oleh orang-orang kita. otomatis info itu bisa tingkatkan intelektual orang-orang hingga dapat tingkatkan potensi sumber daya manusia Indonesia tersebut. Dengan hadirnya tv dunia seolah makin sempit. Beragam berita criminal, politik, sosial serta budaya dari dalam ataupun luar negeri dapat sampai ke orang-orang dengan gampang. Info itu bahkan juga dapat disaksikan segera oleh pirsawan lewat siaran live.

Terkecuali berikan info, tv dapat juga berguna jadi fasilitas edukasi untuk pirsawan terutama beberapa pelajar serta anak-anak yang tengah dalam step perubahan. Acara kuis, program tuntunan rohani, talk show pendidikan atau bagian pengetahuan lain begitu bermanfaat untuk orang-orang kita. untuk beberapa orang yang mempunyai alur belajar audio visual, melihat tv dapat jadikan jadi alternatif evaluasi. Pastinya program tv itu sebaiknya betul-betul mendidik serta tak ada unsur –unsur di dalamnya yang bisa merugikan pirsawan.

c. Tv jadi media tindakan sosial orang-orang
Seperti yang dijelaskan dalam point b, bagian positif dari tv yakni jadi media info. Beragam jenis info di sampaikan tv lewat program news, talk show, reality show, infotainment satu diantaranya menyangkut berita sosial. Kondisi sosial dari semua Indonesia bisa di ketahui pirsawan dirumah. Kemiskinan, kelaparan penderitaan saudara-saudara kita di tv seolah dapat kita rasakan walaupun posisi kita dengan riil berjauhan. Ini menunjukkan kalau tv dapat juga bermanfaat untuk menggugah kesadaran sosial orang-orang.

Saat bencana tsunami berlangsung di Aceh pada desember 2006 banyak stasiun-stasiun yang menayangkan peristiwa itu. Pirsawan yang melihat peristiwa itu otomatis lewat tv pastinya akan tergugah hatinya untuk turut rasakan kepedihan yang dirasa orang-orang Aceh yang terserang efek dari tsunami. Beberapa besar bahkan juga semuanya stasiun tv Indonesia, dlam iklan baris ataupun iklan full screen mengajak pirsawan untuk turut berperan serta dalam program pertolongan yang bakal diberi pada korban tsunami di Aceh. Dari contoh itu bisa kita simpulkan kalau tv juga punya pengaruh positif pada kesehatan sosial orang-orang Indonesia.

2. Dampak jelek tv untuk orang-orang

Jadi orang-orang komunikasi serta orang-orang sosial, manusia mustahil hidup sendiri. Baik serta jelek tentu berdampingan. Seperti tv, dampak baik untuk orang-orang memanglah banyak diketemukan namun banyak juga dampak jelek tv untuk orang-orang kita. terlebih di jaman saat ini dimana dunia usaha seolah jadi nomor satu di jagat raya terlebih di Indonesia. Money oriented merasuk di semua susunan orang-orang. Prinsip ekonomi ‘meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya’ seolah diagung-agungkan oleh pelaku bisnis dalam negeri kita. Tidak bisa disangkal tv juga jadi satu diantara ladang memperoleh keuntungan rupiah sebanyak mungkin oleh yang memiliki serta beberapa investornya. Bila telah menyangkut problem ekonomi, terlebih sebagai konsentrasi yaitu uang, jadi semua langkah bakal dikerjakan untuk meraihnya.

Dalam usaha tv, hal itu bisa diraih dengan buat program atau acara yang menarik banyak pirsawan hingga banyak iklan yang bakal bekerja bersama. Agar bisa menarik pemisa sebanyak mungkin tidak gampang, survey segera ke orang-orang begitu butuh dikerjakan jadi tes apakah program itu bakal sukses atau tidak. Survey dapat dikerjakan dengan besar-besaran yang mengahabiskan banyak uang atau cuma cukup mensurvey kelompok-kelompok kecil saja. Tetapi kembali ke prinsip ekonomi yang mengajarkan kita untuk pelit namun bisa banyak, hal tersebut tidak munkin dikerjakan. Jadi jadi jalan pintas, beberapa insan tv buat program enteng yang seumpamanya mencerminkan kehidupan orang-orang hingga dapat menarik pemirsa. Karna di buat dengan latar belakang uang jadi semua ketentuan serta kode etik penyiaranpun dikesampingkan. Walau sebenarnya kode etik itu paling tidak membuat perlindungan orang-orang dari program yang merugikan mereka sendiri.

Pengaruh-pengaruh jelek tv untuk orang-orang Indonesia yaitu seperti berikut :
a. Tv mengakibatkan kerusakan moral serta budaya orang-orang
Bila kita cermati belakangan ini di tv Indonesia banyak disiarkan sinetron, film tv (FTV) ataupun drama mini seri yang bercerita kehidupan percintaan serta perebutan harta. Di SCTV umpamanya, tak tahu pagi, siang atau malam, disiarkan FTV remaja yang menghadirkan kehidupan anak SMA dengan pakaian abu-abu putih minim yang menujukkan kalau mereka modis serta ikuti trend yang tengah booming. Dikisahkan juga jalinan cinta segitiga pada cowok cakep, cewek kaya yang cantik serta modis, serta cewek umum saja. Dalam narasi itu si cowok suka pada cewek umum saja namun si cewek kaya tidak terima karna dia suka pada si cowok itu. Pada akhirnya semua langkah dikerjakan untuk memisahkan mereka termasuk juga melukai si cewek umum. Hal semacam ini otomatis memengaruhi pemikiran remaja kita kalau saat remaja lebih asik berisi keglamoran, shopping, percintaan, persaingan yg tidak sehat dan beberapa hal negatif yang lain serta menghindari mereka dari tugasnya jadi pelajar serta generasi bangsa ini. Makin mereka seringkali melihat sinetron atau FTV sesuai sama itu, makin terikat mereka dengan ceritanya serta melupakan siapa mereka sesungguhnya hingga mereka tidak yakin diri jadi dianya. Jadi generasi penerus bangsa, sejatinya mereka menyiapkan hari esok dengan belajar serta berlaku yang baik.

Lain sinetron, lain iklan, lain juga efeknya. Iklan rokok walau telah dikamuflase demikian rupa, tetaplah saja orang-orang kita termasuk juga remaja bahkan juga anak-anak tertarik untuk cobanya. Menurut banyak penelitian yang telah dikerjakan banyaknya pihak, rokok begitu beresiko untuk badan manusia dalam periode waktu panjang. Namun begitu kuatnya dampak iklan rokok di tv, orang-orang kita tetaplah memakainya. Walau sebenarnya dari sisi moral, orang yang merokok condong lebih agresif hingga fikiranya gampang terangsang ke beberapa hal negatif. Tidaklah heran semakin banyak pemakai narkoba, pelaku sek bebas, pemerkosa, perampok, pencuri serta tindak kejahatan yang lain di dapatkan di dalam orang-orang sekarang ini.

Bukan sekedar remaja, orang dewasapun dapat dipengaruhi jelek oleh siaran tv. Kehidupan elegan yang seringkali tampak di tv buat beberapa orang iri. Mereka menghalalkan semua langkah untuk jadi seperti yang ada di TV. Bila hasrat itu tidak terwujud, mungkin mereka stres serta hilang ingatan bahkan juga ada yang nekad bunuh diri karna tidak kuatnya hadapi kemiskinan mereka.

Tv juga membuat budaya malas. Beberapa orang yang ikhlas duduk berjam-jam lamanya cuma karna melihat siaran favoritnya. Beberapa remaja, orangtua, anak-anak tidak lelaki saja namun juga perempuan ikhlas bergadang untuk siaran segera sepak bola bebrapa club besar Eropa. Remaja putri ikhlas membolos untuk melihat tampilan actor atau aktris favoritnya di tv. Anak-anak kehilangan jam tidur siangnya karna melihat kartun siang. Ibu-ibu lupa mempersiapkan makan siang karna telah terpaku di depan acara infotainment. Semuanya bentuk-bentuk kemalasan yang dibuat oleh tv. Terus-terusan melihat tv mengakibatkan kinektisitas menyusut hingga menyebabkan pada kegemukan. Diluar itu kwalitas kerja kita juga turun. Sungguh potret sosial orang-orang yg tidak sehat. Bila hal begini terus menerus dilewatkan jadi hari esok bangsa butuh dipertanyakan bakal jadi apa.

Bukan sekedar itu, arus globalisasi serta westernisasi juga melaju deras lewat tv. Budaya barat yang sama dengan kebebasan dalam segalanya tanpa ada toleransi sesama telah merasuki pemikiran orang-orang Indonesia. Banyak dampak yang dibawa globalisasi barat ke Negara ini tetapi tak tahu mengapa banyak dampak negatif yang diserap orang-orang daripada dampak positifnya. Mungkin saja karna kelihaian Barat dalam mengkamuflasekan budayanya atau karna ketidaksiapan bangsa Indonesia hadapi pergantian yang cepat. Banyak budaya ketimuran yang sopan mulai tergeser. Seni-seni tradisional bangsa telah tidak berkibar lagi di semua negeri ditukar dengan seni-seni barat yang berkesan bebas, erotis serta realis sekali.
Bila yang berlangsung di Negara Indonesia kita terkasih begini, bukanlah mustahil moral serta budaya asli orang-orang Indonesia untuk satu tahun lebih ke depan bakal betul-betul luntur. Serta tv pantas dipersalahkan dalam soal ini.

b. Tv mengambil alih banyaknya waktu yang berharga
Bila kita kembali pada saat 10 hingga 20 th. waktu lalu, tv cuma dipunyai oleh kelompok spesifik saja. Stasiun tv juga masih tetap sedikit. Mungkin saja tv pada jaman nenek kita cuma ada satu channel yakni TVRI. Program acaranyapun masih tetap sedikit serta masih tetap dalam skala beberapa lumrah saja. Namun saksikan di jaman saat ini. Tv dimiliki nyaris setiap keluarga bahkan juga ada keluarga yang lengkapi setiap kamar dengan satu tv. Banyak stasiun tv swasta nasional ataupun lokal berdiri dengan menyuguhkan banyak program yang semakin bervariatif. Acaranyapun tidak tanggung-tanggung, 24 jam non stop. Sinetron-sinetron tampil sehari-hari serta menjamur dalam satu hari mulai pagi, siang, sore, malam bahkan juga tengah malampun sinetron masih tetap tampil di satu diantara tv swasta nasional. Cobalah kita ingat saat kecil kita, sinetron cuma tampil satu kali dalam satu minggu. Itupun masih tetap tidak sering.

Semuanya mengakibatkan pirsawan semakin diamanjakan hingga semakin kerasan melototi tv berjam-jam dalam satu hari. Bila dahulu umumnya orang cuma melihat satu jam acara saja, namun saat ini program-program unggulan tv disiarkan dengan estafet hingga pirsawan dapat menggunakan lima hingga enam jam bahkan juga ada yang 10 jam non stop cuma melihat tv saja. Cobalah pikirkan berapakah banyaknya waktu bernilai dalam satu hari yang telah terbuang. Remaja yang semestinya belajar jam tujuh malam berpaling ke sinetron tv. Ibu-ibu yang perlu ke pasar pagi-pagi ikhlas menundanya untuk satu acara issu. Anak-anak malas ke sekolah karna mesti melihat kartun kesayangannya. Yang lebih kronis lagi, banyak diantara orang-orang Indonesia melalaikan ibadahnya karna tertancap pada saluran tv favoritnya. Sungguh potret kehidupan sosial yg tidak sehat serta tv yaitu pemicunya.

c. Tv mengakibatkan kerusakan perubahan otak manusia
Program acara yang bervariatif, semakin memisahkan segmen-segmen konsumennya menyebabkan banyak dampak. Walau acara tv telah dipisah menurut segmen-segmennya, tetaplah saja tayangannya masih tetap dapat di nikmati banyak kelompok usia. Acara kartun umpamanya, mempunyai banyak segmen yakni dari anak-anak, remaja bahkan juga dewasapun masih tetap ada yang melihat program yang satu ini. Kartun yang sejatinya untuk anak-anak saat ini di desain demikian rupa untuk mengkonsumsi dewasa hingga anak-anak yang terasa itu tontonannya juga turut menontonnya. Walau sebenarnya pesan yang di sampaikan banyak terkandung unsur kekerasan. Hal semacam ini mengakibatkan otak mereka terangsang untuk membuat pribadi yang memprioritaskan kekerasan dalam hadapi problem. Bukan sekedar itu, kekerasan yang mereka tontonpun dapat mereka lakukan dalam kehidupan keseharian. Berkelahi sesama rekan jadi suatu hal yang umum. Bila kita ingat di pertengahan th. 2007 tempo hari, satu tanyangan kekerasan orang dewasa yakni Smack Down tampil di satu diantara tv swasta nasional Indonesia serta menyebabkan anak-anak dipengaruhi. Merekapun mempraktekkannya sesama rekan, beradu otot beberapa hingga mengonsumsi korban jiwa.

Bukan sekedar anak-anak, remaja, serta orang dewasa saja yang terserang efek jelek tv, bayi dibawah usia lima tahunpun juga terserang efeknya. Menurut satu riset di Amerika, banayak beberapa orangtua yang repot hingga menitipkan bayinya pada seseorang baby sitter. Tetapi beberapa baby sitter itu diberi pesan dari majikannya untuk menyimpan bayinya di depan tv dengan asumsi supaya saraf sensorik serta motoriknya berkembang. Hal tersebut memanglah sedikit benar, namun yang di kuatirkan disini yakni perubahan seperti apa yang di tangkap si bayi itu. Menurut satu diantara pakar mengatakan kalau melihat tv sangat awal untuk bayi mengakibatkan sistem wiring yakni penyambungan beberapa sel otak jadi tidak prima. Saat lahir, bayi mempunyai 10 milyar sel otak yang belum tersambung. Beberapa sel itu memerlukan stimuli untuk salng berkaitan (wiring) supaya dapat berperan. Sistem wiring bisa maksimal dengan memberi pada si bayi makanan yang bergizi, stimuli gerakan, percakapan dan bunyi-bunyian spesifik. Disamping itu, bayi yang telah meononton tv sangat awal tidak memperoleh pengalaman-pengalaman empiric itu, yang ada jadi bebrapa dampak yang terekam dalam sistem wiring bakal dibawa mereka hingga dewasa. Bila masih tetap bayi telah memperoleh dampak yg tidak baik, bagaimana mereka sesudah dewasa? Berikut ini sebagai aspek buruknya kesehatan sosial orang-orang sekarang ini.

Lihat banyak dampak jelek pertelevisian Indonesia sekarang ini untuk kesehatan sosial orang-orang kita, pemerintah sebaiknya mulai berlaku tegas pada beberapa yang memiliki acara tv supaya tidak menyebabkan fatal pada perubahan peradaban orang-orang Indonesia sendiri.

Jadi rangkuman bisa penulis paparkan dalam artikel Manfaat Televisi Dalam Bidang Pendidikan Yang Tidak Banyak Orang Tahu adalah sebagai berikut :
1. tv jadi mass media adalah fasilitas komunikasi massa yg tidak lepas dari beberapa efek untuk orang-orang jadi komunikan tersebut.
2. tv memiliki dampak positif serta negatif untuk kesehatan sosial orang-orang Indonesia.
3. dampak positif tv salah satunya yakni, tv jadi penghibur pemirsa, jadi media info, pengetahuan serta pendidikan dan jadi media tindakan sosial orang-orang.
4. dampak negatif tv yakni salah satunya mengakibatkan kerusakan moral serta budaya bangsa, menggunakan banyaknya waktu bernilai serta mengakibatkan kerusakan perubahan otak manusia.
Kita jadi manusia sememmangnya tidak prima. Tetapi kesempurnaan bakal diraih jika kita sama-sama terbuka terima kritik serta anjuran. Karenanya, dengan mohon maaf penulis punya maksud berikan anjuran tentang apa yang dapat penulis paparkan dalam artikel ini. Yang dapat penulis anjurkan yaitu seperti berikut :
1. melihat tv memanglah baik untuk orang-orang untuk memperoleh hiburan, info, pendidikan serta melatih kepekaan sosial, namun bila melihat terus-terusan serta lama jadi bebrapa dampak jelek akan ikut serta dalam benak kita.
2. pemerintah jadi pemegang kekuasaan di negeri ini sebaiknya menertibkan penyiaran di Indonesia dengan mengawasi jalannya penyiaran program tv serta menegaskan sangsi untuk pelanggarnya.

Sumber:
Rakhmat, Jalaluddin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Wikipedia Indonesia
www.halamansatu.net
hanifa93.wordpress.com
www.tftwindo.org/livingwords

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *